Thamuz termasuk hero EXP Lane yang bikin duel terasa melelahkan. Damage-nya konsisten, kuat sejak early game, dan semakin sulit dijatuhkan ketika ultimate sudah aktif.
Masalahnya, melawan Thamuz dengan cara adu pukul terus-menerus justru sering menguntungkannya. Semakin lama kamu berada dalam jangkauan serangannya, semakin besar kesempatan Thamuz mempertahankan HP sambil terus memberikan damage.

Itulah kenapa counter Thamuz tidak selalu harus berupa hero dengan damage paling sakit. Hero yang mampu memberikan burst, mengurangi sustain, mengganggu pergerakan, atau keluar dari duel pada timing yang tepat justru sering lebih efektif.
Kalau kamu kebagian EXP Lane dan bertemu Lord Lava satu ini, enam hero berikut bisa dipertimbangkan untuk membuat permainannya jauh lebih tidak nyaman.
Kenapa Thamuz Kuat di EXP Lane?
Kekuatan utama Thamuz terletak pada kemampuannya memenangkan pertarungan jarak dekat. Ia bisa terus memberikan tekanan menggunakan skill dan Basic Attack tanpa harus menunggu combo panjang seperti beberapa Fighter lainnya.
Ketika Cauterant Inferno aktif, sustain Thamuz meningkat dan ia menjadi jauh lebih berbahaya dalam duel panjang. Memaksakan pertarungan pada kondisi tersebut biasanya bukan keputusan yang bagus kecuali timmu memang memiliki keunggulan jumlah pemain atau damage yang cukup besar.
Thamuz juga kuat ketika lawan tidak memiliki cara untuk menjaga jarak. Hero melee yang hanya bisa berdiri dan bertukar Basic Attack akan lebih mudah masuk ke ritme permainan Thamuz.
Jadi, cara counter Thamuz adalah memutus pola tersebut. Jangan memberinya duel panjang sesuai keinginannya.
6 Hero Counter Thamuz EXP yang Bisa Kamu Gunakan
1. Dyrroth

Dyrroth punya satu keunggulan penting ketika melawan Fighter tebal, yaitu kemampuan mengurangi Physical Defense melalui Spectre Step yang diperkuat.
Efek tersebut membuat Thamuz lebih mudah menerima burst damage ketika HP-nya mulai turun. Dyrroth juga punya damage early game yang cukup tinggi sehingga bisa memberikan tekanan sebelum Thamuz mendapatkan item penting.
Namun, matchup ini jangan dianggap sebagai kemenangan otomatis. Kalau Dyrroth menggunakan seluruh combo ketika ultimate Thamuz masih aktif lalu gagal menghabisinya, duel bisa berbalik.
Cara yang lebih aman adalah lakukan trade pendek, manfaatkan pengurangan defense, lalu mundur sebelum pertarungan berubah menjadi adu sustain panjang.
2. Terizla

Terizla cocok buat kamu yang tidak ingin mudah dipaksa mundur dari lane. Durability-nya membuat hero ini mampu bertahan menghadapi tekanan Thamuz tanpa harus terus menghindari pertarungan.
Damage dari Execution Strike juga cukup besar untuk memberikan trade balik ketika Thamuz maju terlalu dalam.
Kelebihan lainnya muncul ketika memasuki teamfight. Penalty Zone dapat mengganggu posisi Thamuz dan membatasi ruang geraknya sehingga ia tidak bebas mengejar Marksman atau Mage tim.
Meski sama-sama kuat dalam pertarungan dekat, jangan sekadar berdiri dan saling pukul. Terizla tetap lebih efektif ketika skill digunakan dengan timing yang rapi daripada mengandalkan Basic Attack.
3. Baxia

Baxia menjadi salah satu pilihan paling menyebalkan untuk hero yang mengandalkan pemulihan HP dan shield.
Pasif Baxia mempunyai mekanisme yang dapat menekan efek pemulihan lawan. Ini membuat sustain Thamuz tidak senyaman ketika berhadapan dengan hero biasa.
Baxia juga cukup fleksibel untuk bergerak. Shield Unity membuatnya bisa melakukan rotasi, mengejar, maupun keluar ketika posisi sudah tidak menguntungkan.
Dalam teamfight, nilai Baxia semakin terasa kalau komposisi musuh tidak hanya mempunyai Thamuz, tetapi juga hero lain dengan regen atau shield tinggi.
Namun, Baxia bukan pilihan untuk mencari solo kill cepat. Tujuannya lebih kepada mengurangi kenyamanan Thamuz dan membuatnya lebih mudah diselesaikan bersama tim.
4. Esmeralda

Esmeralda menawarkan matchup yang berbeda karena tidak perlu memaksakan pertarungan dengan pola yang sama seperti Thamuz.
Ia mempunyai shield, sustain, serta Movement Speed yang membantu menjaga jarak sambil tetap memberikan damage. Kalau dimainkan dengan sabar, Esmeralda bisa masuk sebentar untuk melakukan trade lalu kembali menjauh.
Hal ini penting karena salah satu cara terbaik menghadapi Thamuz adalah tidak membiarkannya terus menempel pada target.
Esmeralda juga cukup kuat ketika pertandingan mulai masuk ke teamfight panjang. Namun, matchup ini tetap membutuhkan pengelolaan skill dan positioning yang baik karena Thamuz masih bisa memberikan damage besar apabila berhasil terus berada di dekatnya.
5. Minsitthar

Minsitthar punya banyak alat untuk mengganggu Thamuz. Spear of Glory dapat menarik target yang salah posisi, sementara Shield Assault memberikan kontrol tambahan ketika duel berlangsung dekat.
Bagian paling menarik tentu King’s Calling. Area ultimate Minsitthar dapat membatasi penggunaan skill mobilitas tertentu sehingga ruang gerak hero lawan menjadi jauh lebih sempit.
Thamuz memang bukan hero yang sepenuhnya bergantung pada dash, tetapi membatasi pergerakannya tetap membuat proses mengejar atau melakukan reposition menjadi lebih sulit.
Minsitthar juga lebih berguna ketika kamu tidak hanya memikirkan duel satu lawan satu. Dalam teamfight, kombinasi crowd control dan area ultimate-nya bisa memberi tim waktu untuk fokus menyerang Thamuz.
6. Yu Zhong

Yu Zhong menjadi pilihan menarik untuk pemain yang tetap ingin bermain agresif di EXP Lane. Ia punya sustain dari Sha Residue sekaligus beberapa skill yang bisa digunakan untuk mengatur jarak selama trade.
Ketimbang terus bertukar Basic Attack, Yu Zhong bisa masuk untuk mengumpulkan stack, mengaktifkan efek pasif, lalu keluar sebelum Thamuz mendapatkan duel panjang.
Black Dragon Form juga memberikan keuntungan besar dalam hal mobilitas. Yu Zhong dapat berpindah posisi, masuk ke backline, atau meninggalkan situasi yang tidak menguntungkan tanpa harus terus bertarung dengan Thamuz.
Matchup keduanya cukup bergantung pada eksekusi. Kalau Yu Zhong gagal mengaktifkan pasif dengan efisien atau terlalu lama berdiri dalam jangkauan Thamuz, keunggulannya bisa hilang.
Counter Thamuz Terbaik Harus Pilih yang Mana?
Pilih hero berdasarkan kebutuhan tim, bukan sekadar mencari siapa yang dianggap paling kuat melawan Thamuz.
Dyrroth cocok ketika kamu ingin memberikan tekanan dan burst sejak lane. Terizla menawarkan durability sekaligus crowd control untuk teamfight, sementara Baxia lebih menarik jika tujuan utamanya menekan sustain.
Esmeralda cocok untuk gaya bermain yang mengandalkan mobilitas dan trade, sedangkan Minsitthar bisa dipilih ketika tim membutuhkan kontrol tambahan.
Kalau kamu nyaman dengan mekanik EXP Lane dan ingin tetap agresif, Yu Zhong memberikan kombinasi sustain, mobilitas, dan kemampuan teamfight yang bagus.
Item Counter Thamuz yang Perlu Dipertimbangkan
Memilih hero counter saja belum tentu cukup. Thamuz masih bisa berkembang kalau mendapatkan item lebih cepat dan terus memenangkan trade di lane.
Dominance Ice
Dominance Ice cocok dipertimbangkan oleh hero Tank atau Fighter defensif ketika menghadapi lawan yang sangat bergantung pada sustain.
Selain statistik defensif, efek anti-regen dari item ini membantu menekan kemampuan pemulihan lawan ketika berada dalam kondisi yang memenuhi efek pasifnya.
Sea Halberd
Untuk Fighter atau Marksman yang tetap ingin mempertahankan damage, Sea Halberd dapat menjadi pilihan anti-regen.
Item ini lebih masuk akal daripada memaksakan item Tank pada hero yang memang membutuhkan statistik ofensif untuk menjalankan tugasnya.
Glowing Wand
Hero berbasis Magic Damage dapat mempertimbangkan Glowing Wand ketika membutuhkan efek yang membantu menekan regen dan shield lawan.
Pemilihan item tetap harus melihat keseluruhan draft. Jangan merusak build utama hanya demi satu lawan kalau ternyata ancaman terbesar tim musuh datang dari hero lain.
Cara Melawan Thamuz di EXP Lane
Jangan Paksa Duel Saat Ultimate Aktif
Ini menjadi kesalahan yang cukup sering terjadi. Begitu Cauterant Inferno aktif, Thamuz justru ingin lawannya tetap berdiri dekat dan melanjutkan pertarungan.
Kalau tidak yakin bisa menghabisinya, buat jarak terlebih dahulu. Masuk kembali setelah durasi ultimate berakhir akan jauh lebih aman.
Gunakan Trade Pendek
Jangan selalu memaksakan duel sampai salah satu hero mati. Serang ketika skill-mu siap, ambil sebagian HP Thamuz, kemudian kembali ke posisi aman.
Strategi ini sangat berguna untuk hero seperti Dyrroth atau Yu Zhong yang mempunyai window damage tertentu.
Jangan Biarkan Thamuz Mendapat Lane Gratis
Thamuz yang bebas farming akan lebih cepat mendapatkan item dan semakin sulit dihentikan.
Kalau matchup memungkinkan, tekan ketika ia mengambil minion. Namun, jangan mengorbankan terlalu banyak HP hanya untuk satu wave.
Atur Posisi Minion
Kalau kamu sedang kalah matchup, tidak perlu terus mendorong minion. Menahan wave lebih dekat ke turret dapat memaksa Thamuz maju lebih jauh untuk mendapatkan Gold dan EXP.
Posisi tersebut juga membuka kesempatan bagi Jungler atau Roamer untuk melakukan gank.
Minta Bantuan Sebelum Thamuz Snowball
Thamuz jauh lebih mudah dihentikan sebelum mempunyai keunggulan item besar.
Kalau lane sudah mulai sulit, jangan menunggu sampai turret hancur dan Thamuz mendapatkan beberapa kill. Berikan informasi kepada Jungler atau Roamer agar bisa menekan sejak awal.
Kelemahan Thamuz yang Bisa Dimanfaatkan

Walaupun sangat kuat dalam duel, Thamuz bukan hero tanpa kelemahan. Salah satu masalah utamanya adalah jangkauan serangannya yang relatif dekat.
Hero yang mampu melakukan kite dapat memaksanya menghabiskan waktu untuk mengejar daripada memberikan damage.
Thamuz juga bisa terganggu oleh crowd control. Ketika tidak bisa bergerak atau menyerang dengan bebas, kesempatan mendapatkan value maksimal dari sustain-nya ikut berkurang.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketergantungannya pada timing ultimate saat pertarungan besar. Kalau timmu mampu disengage ketika ultimate aktif lalu kembali menyerang setelah efeknya selesai, Thamuz akan jauh lebih mudah ditumbangkan.
Jangan Lawan Thamuz dengan Cara yang Dia Mau
Kunci menghadapi Thamuz bukan sekadar memilih Fighter yang lebih kuat. Kamu harus menghindari kondisi yang memang menguntungkannya.
Jangan terlalu lama berduel ketika sustain-nya sedang aktif, gunakan efek anti-regen sesuai kebutuhan, dan manfaatkan crowd control untuk menghentikan pergerakannya.
Dyrroth, Terizla, Baxia, Esmeralda, Minsitthar, dan Yu Zhong masing-masing mempunyai cara berbeda untuk melakukan itu. Pilih yang paling sesuai dengan mekanik yang kamu kuasai dan kebutuhan draft tim.
Kalau kamu sedang menyiapkan hero, skin, atau kebutuhan lain sebelum lanjut push rank, kamu bisa melakukan top up Mobile Legends murah dengan proses top up instan melalui yokkstore.id. Cukup gunakan Game ID dan Server ID yang benar tanpa perlu memberikan password akun Mobile Legends.
FAQ
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Hero apa yang bisa counter Thamuz di EXP Lane? | Dyrroth, Terizla, Baxia, Esmeralda, Minsitthar, dan Yu Zhong bisa dipertimbangkan karena mempunyai burst, sustain, crowd control, anti-regen, atau kemampuan mengatur jarak saat melawan Thamuz. |
| Apakah Dyrroth bisa counter Thamuz? | Dyrroth mempunyai pengurangan Physical Defense dan burst yang bisa menekan Thamuz. Namun, matchup tetap membutuhkan timing yang baik dan sebaiknya tidak memaksakan duel panjang ketika ultimate Thamuz aktif. |
| Kenapa Baxia bagus untuk melawan Thamuz? | Baxia mempunyai mekanisme yang membantu menekan pemulihan HP dan shield lawan sehingga sustain Thamuz menjadi lebih mudah dikendalikan. |
| Item apa yang bagus untuk counter Thamuz? | Dominance Ice, Sea Halberd, atau Glowing Wand dapat dipertimbangkan sesuai role hero karena mempunyai efek yang membantu menekan regen atau shield lawan. |
| Kapan waktu terbaik menyerang Thamuz? | Salah satu waktu terbaik adalah setelah Cauterant Inferno berakhir atau ketika skill penting Thamuz sedang cooldown. Hindari duel panjang ketika sustain dari ultimate-nya sedang aktif. |
