Analisis Hasil Pertandingan MPL ID Week 3: Kejutan di Puncak dan Krisis Mendalam Sang Raja
Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) sudah memasuki pekan ketiga dari musim reguler yang berlangsung pada 10-12 April 2026. Pekan ini menjadi titik krusial yang menyuguhkan berbagai kejutan, drama, serta pergeseran besar dalam peta persaingan kompetisi esports terbesar di Indonesia tersebut. Jika dua pekan sebelumnya dikuasai oleh dua tim yang tampil dominan, week 3 justru menjadi bukti bahwa tidak ada tim yang benar-benar merasa aman di papan atas. Dua penghuni puncak klasemen, ONIC dan Team Liquid ID, harus merasakan kekalahan perdana mereka, sementara di dasar klasemen, drama yang lebih menyedihkan terjadi: RRQ Hoshi, tim dengan basis pendukung terbesar di Indonesia, masih belum juga mampu meraih kemenangan pertama mereka.
Hasil
Lengkap Pertandingan Week 3
Week
3 MPL ID S17 berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan total sembilan
series pertandingan yang digelar. Berikut adalah rincian hasil pertandingan
yang berhasil dihimpun:
Jumat,
10 April 2026
menjadi
pembuka pekan dengan dua laga yang cukup menarik. ONIC berhasil mengamankan
kemenangan dengan skor 2-1 melawan Dewa United Esports. Sementara itu, dalam
laga yang mempertemukan dua tim yang sedang beradaptasi, NAVI harus mengakui
keunggulan EVOS dengan skor telak 0-2 .
Sabtu,
11 April 2026
adalah
hari yang penuh kejutan. Dua tim yang sebelumnya tidak terkalahkan harus
merasakan pahitnya kekalahan. Team Liquid ID, yang tampil meyakinkan di dua
pekan awal, harus takluk 0-2 dari Geek Fam. Lebih mengejutkan lagi, ONIC yang
juga perkasa di awal musim harus mengakui keunggulan Bigetron by Vitality
dengan skor 1-2. Di hari yang sama, RRQ Hoshi kembali menelan pil pahit ketika
kalah 1-2 dari Alter Ego .
Minggu,
12 April 2026
menutup
pekan ketiga dengan tiga laga. Bigetron by Vitality yang baru saja mengalahkan
ONIC harus puas berbagi hasil melawan NAVI dengan skor 1-2. Geek Fam
melanjutkan tren positif mereka dengan mengalahkan RRQ Hoshi 2-1. Sementara
itu, Dewa United Esports menutup pekan dengan manis setelah mengalahkan Alter
Ego 2-0 .
Klasemen
Sementara dan Pergeseran Posisi
Hasil-hasil
di week 3 memberikan dampak signifikan terhadap susunan klasemen MPL ID S17.
Meskipun ONIC dan Team Liquid ID sama-sama menelan kekalahan perdana, keduanya
masih bertahan di papan atas berkat raihan positif di pekan-pekan sebelumnya.
Namun, jarak mereka dengan tim di bawah mulai merapat.
ONIC
masih kokoh di peringkat pertama dengan koleksi 4 poin dari 5 pertandingan
(4-1). Mereka memiliki net game win +6 dengan rincian 9 kemenangan game dan 3
kekalahan game.
Di
dasar klasemen, tanpa perolehan poin sama sekali, RRQ Hoshi masih terpuruk di
peringkat kesembilan. Dari 5 pertandingan yang sudah dilakoni, RRQ Hoshi belum
sekalipun merasakan kemenangan dengan rekor 0-5. Mereka hanya mampu mengamankan
2 kemenangan game dari total 12 game yang dimainkan, dengan net game win -8
yang memprihatinkan .
Analisis
Mendalam: Fenomena Puncak yang Mulai Terkikis
Kekalahan
Perdana ONIC dan Team Liquid ID
Kejutan
paling besar di week 3 adalah jatuhnya dua tim yang memuncaki klasemen. ONIC
yang tampil menguasai dengan rotasi cepat serta penguasaan objective yang baik,
harus menerima kekalahan dari Bigetron by Vitality. Yang menarik, ONIC
sebenarnya sempat unggul lebih dulu di game pertama melalui kemenangan yang
dipaksakan hingga melebihi 22 menit. Akan tetapi, kegagalan mereka menjaga
konsistensi di dua game selanjutnya menjadi bukti bahwa tim sekelas ONIC pun
tetap memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan lawan.
Di
sisi lain, kekalahan Team Liquid ID dari Geek Fam dengan skor 0-2 yang telak
menjadi peringatan serius bagi tim yang musim ini diperkuat oleh pemain seperti
Aran, Kevinn, dan Lyoni. Kekalahan telak tanpa mampu meraih satu game pun
menunjukkan bahwa strategi Geek Fam mampu membaca sekaligus menetralisir pola
permainan Team Liquid ID dengan sangat baik. Hal ini menjadi pelajaran berharga
bahwa kompetisi di MPL ID tidak pernah berjalan lurus, dan tim yang berada di
posisi bawah pun memiliki kapasitas untuk mengalahkan tim raksasa.
Krisis
Menyeluruh RRQ Hoshi: 4 Pembahasan Penyebab Kehancuran
Yang
menjadi pusat perhatian utama di week 3 bukanlah kejutan di papan atas
klasemen, melainkan krisis parah yang dialami RRQ Hoshi. Tim yang dijuluki
"Raja" di kancah MLBB Indonesia ini tengah mengalami periode tergelap
dalam sejarah kompetisi mereka. Catatan 0-5 di awal musim adalah statistik yang
bahkan tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh para pendukung setianya.
Berdasarkan kajian mendalam dari beragam sumber, setidaknya terdapat empat
faktor utama yang menyebabkan RRQ Hoshi masih belum mampu meraih kemenangan
satu series pun hingga pekan ketiga.
Faktor
Pertama: Buruknya Komunikasi dan Kekeliruan Krusial dalam Permainan
Faktor
paling teknis yang menjadi akar keruntuhan RRQ adalah permasalahan komunikasi
dan eksekusi dalam gameplay. Cukup mengejutkan, RRQ sebenarnya cukup tangguh di
fase early game. Mereka sering kali mampu menciptakan keunggulan di tahap awal
pertandingan. Akan tetapi, masalahnya terletak pada ketidakmampuan mereka
mempertahankan keunggulan tersebut hingga fase late game. Keunggulan yang telah
dibangun dengan susah payah di early dan mid game selalu lenyap akibat
kesalahan-kesalahan individu serta buruknya komunikasi tim.
Contoh
paling nyata terjadi dalam pertandingan RRQ melawan Alter Ego. Inisiasi yang
dilakukan oleh Idok, salah satu pemain inti RRQ, sering kali tidak mendapatkan
tindak lanjut yang cukup dari rekan-rekannya. Akibatnya, Idok mati sia-sia dan
momentum yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk push atau mengambil objective
menjadi hilang. Pemain RRQ terlihat bermain tanpa koordinasi, seolah-olah
mereka adalah lima individu yang bermain sendiri-sendiri ketimbang satu
kesatuan tim yang kompak.
Selain
itu, RRQ juga dinilai bermain terlalu agresif pada momen-momen yang kurang
tepat. Mereka seperti terbawa suasana dan terus-menerus meladeni atau bahkan
memulai team fight dalam situasi yang tidak menguntungkan. Alih-alih bermain
sabar menunggu saat yang tepat atau memanfaatkan split push, RRQ justru kerap
memaksakan pertempuran yang berakhir dengan kekalahan besar. Ini menunjukkan
bahwa pengambilan keputusan tim masih kacau dan tidak ada komando yang jelas
dari in-game leader mereka.
Faktor
Kedua: Mental di Bawah Tekanan yang Gagal Direset
Faktor
non-teknis yang tak kalah pentingnya adalah permasalahan mental. RRQ Hoshi
adalah tim dengan basis pendukung terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di Asia
Tenggara. Ekspektasi publik terhadap mereka sangatlah tinggi. Ditambah lagi,
kegagalan mereka lolos ke playoff pada musim lalu masih membekas dan seolah
menjadi beban psikologis yang berat bagi para pemain.
Tim
lain di MPL ID juga semakin berani melakukan ejekan atau sindiran kepada RRQ
dalam sesi-sesi wawancara di MPL Arena, yang secara tidak langsung menambah
tekanan mental yang harus ditanggung. Pemain RRQ terlihat bermain dengan penuh
keraguan dan ketakutan akan kesalahan. Dalam pertandingan level tinggi seperti
MPL, keraguan adalah musuh terbesar karena sepersekian detik keraguan bisa
berakibat fatal. Pemain RRQ seolah belum bisa melakukan "reset
mental" pasca kekalahan, tidak hanya di musim ini tetapi sejak musim lalu.
Mereka terjebak dalam lingkaran setan di mana kekalahan demi kekalahan terus
berulang karena mental yang sudah terlebih dahulu hancur.
Faktor
Ketiga: Strategi dan Draft yang Dipertanyakan
Dari
sisi taktis, susunan strategi dan pemilihan hero RRQ juga menjadi sorotan
tajam. Banyak analis dan pengamat esports, termasuk mantan head coach EVOS,
Steven Age, yang menyatakan bahwa RRQ terlambat beradaptasi dengan meta
terbaru. Sementara tim-tim lain mulai menemukan formula hero dan strategi yang
efektif, RRQ justru terlihat kebingungan dan seperti kehilangan identitas
permainan mereka.
Pemilihan
hero RRQ sering kali terkesan seperti coba-coba dan tidak maksimal. Contoh
paling mencolok terjadi dalam laga penentuan melawan Geek Fam di game ketiga.
Komposisi draft RRQ saat itu sangat kurang damage, sehingga ketika pertandingan
memasuki late game, mereka sama sekali tidak memiliki daya serang yang cukup
untuk menembus pertahanan lawan. Lebih parah lagi, pemilihan battle spell
Revitalize untuk hero Harith yang dimainkan oleh Kuroky dinilai sebagai
kesalahan besar karena spell tersebut tidak memberikan dampak signifikan
sepanjang pertandingan.
Coach
Khezcute juga dinilai kurang proaktif dalam mencari counter terhadap hero-hero
meta terbaru. RRQ seperti bermain dengan strategi usang yang sudah mudah dibaca
oleh tim lawan. Akibatnya, tim lain terus mengalami peningkatan performa
seiring pemahaman mereka terhadap meta, sementara RRQ justru semakin tenggelam
karena ketidakmampuan beradaptasi.
Faktor
Keempat: Regenerasi Total Tanpa Pemain yang Menonjol
Musim
ini, RRQ melakukan perombakan roster secara besar-besaran. Mereka mendatangkan
SuperKenn, jungler veteran dari Bigetron by Vitality yang sebelumnya sempat
bermain di China, pemain asal Filipina SuperDann, serta beberapa pemain rookie
yang sebenarnya memiliki rekam jejak menjanjikan. Namun, hingga week 3, belum
ada satu pun pemain baru RRQ yang memberikan performa ikonik atau menjadi
pengubah jalannya pertandingan bagi tim.
Situasi
ini kontras dengan tim-tim lain di MPL ID. Pemain-pemain baru seperti Lyoni
(Team Liquid ID), Drichel (Geek Fam), MarceL, dan Dolynn memberikan dampak
instan dan signifikan bagi tim mereka. Pertanyaan pun muncul: Apakah SuperDann
masih mengalami kendala komunikasi karena perbedaan bahasa? Apakah para pemain
rookie ini belum bisa bersatu sebagai sebuah tim? Apakah chemistry yang
terbangun masih terlalu rapuh? Apapun jawabannya, fakta di lapangan menunjukkan
bahwa RRQ saat ini tidak memiliki pemain yang bisa diandalkan untuk membawa
mereka keluar dari tekanan.
Kesimpulan:
Pekan Krusial dan Jalan Panjang yang Masih Tersisa
MPL
ID S17 week 3 telah menyajikan drama kompetisi esports yang paling menarik
sekaligus mengharukan. Di satu sisi, kejutan-kejutan seperti kekalahan ONIC dan
Team Liquid ID membuktikan bahwa kompetisi ini berlangsung sehat dengan tingkat
persaingan yang semakin ketat. Bigetron by Vitality dan Geek Fam mulai
menunjukkan taring mereka sebagai kuda hitam yang layak diperhitungkan.
Di
sisi lain, krisis yang dialami RRQ Hoshi menjadi cerita yang memilukan. Lima
kekalahan beruntun tanpa satu pun kemenangan series adalah rekor terburuk dalam
sejarah partisipasi mereka di MPL ID. Kombinasi antara miskomunikasi, mental
yang rapuh, strategi yang ketinggalan zaman, serta absennya pemain yang
benar-benar menonjol menjadi racun sempurna yang menghancurkan tim
"Raja" tersebut.
Namun,
kompetisi masih panjang. MPL ID S17 masih menyisakan banyak pekan ke depan.
ONIC dan Team Liquid ID memiliki kesempatan untuk bangkit dan mengamankan
posisi puncak mereka. Geek Fam dan Bigetron akan berusaha mempertahankan
momentum positif. Dan untuk RRQ Hoshi, setiap pertandingan ke depan adalah
final. Mereka harus segera menemukan jalan keluar dari krisis multidimensional
ini. Apakah mereka akan terus tenggelam atau justru bangkit sebagai
"Raja" yang sesungguhnya? Pekan keempat akan menjadi awal dari
jawaban atas pertanyaan tersebut. Yang pasti, MPL ID S17 musim ini menjanjikan
drama yang belum usai.
Baca
Juga :
·
10 Game Mobile Terbaik 2026
Rekomendasi Update April: Dari MOBA hingga Puzzle
·
Cara Top Up Game Murah dan Mudah di Yokkstore (QRIS, E-Wallet, Bank,
Retail & Virtual Account)
Nantikan informasi-informasi
menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Yokkstore
ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile
Legend dan banyak
game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Yokkstore.
