Mobile Legends

Analisis Hasil Pertandingan MPL ID Week 3: Kejutan di Puncak dan Krisis Mendalam Sang Raja

16 Apr 2026, 09:13 16 Apr 2026
Analisis Hasil Pertandingan MPL ID Week 3: Kejutan di Puncak dan Krisis Mendalam Sang Raja

Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) sudah memasuki pekan ketiga dari musim reguler yang berlangsung pada 10-12 April 2026. Pekan ini menjadi titik krusial yang menyuguhkan berbagai kejutan, drama, serta pergeseran besar dalam peta persaingan kompetisi esports terbesar di Indonesia tersebut. Jika dua pekan sebelumnya dikuasai oleh dua tim yang tampil dominan, week 3 justru menjadi bukti bahwa tidak ada tim yang benar-benar merasa aman di papan atas. Dua penghuni puncak klasemen, ONIC dan Team Liquid ID, harus merasakan kekalahan perdana mereka, sementara di dasar klasemen, drama yang lebih menyedihkan terjadi: RRQ Hoshi, tim dengan basis pendukung terbesar di Indonesia, masih belum juga mampu meraih kemenangan pertama mereka.

Hasil Lengkap Pertandingan Week 3

Week 3 MPL ID S17 berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan total sembilan series pertandingan yang digelar. Berikut adalah rincian hasil pertandingan yang berhasil dihimpun:

Jumat, 10 April 2026 

menjadi pembuka pekan dengan dua laga yang cukup menarik. ONIC berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1 melawan Dewa United Esports. Sementara itu, dalam laga yang mempertemukan dua tim yang sedang beradaptasi, NAVI harus mengakui keunggulan EVOS dengan skor telak 0-2 .

Sabtu, 11 April 2026 

 

adalah hari yang penuh kejutan. Dua tim yang sebelumnya tidak terkalahkan harus merasakan pahitnya kekalahan. Team Liquid ID, yang tampil meyakinkan di dua pekan awal, harus takluk 0-2 dari Geek Fam. Lebih mengejutkan lagi, ONIC yang juga perkasa di awal musim harus mengakui keunggulan Bigetron by Vitality dengan skor 1-2. Di hari yang sama, RRQ Hoshi kembali menelan pil pahit ketika kalah 1-2 dari Alter Ego .

Minggu, 12 April 2026

menutup pekan ketiga dengan tiga laga. Bigetron by Vitality yang baru saja mengalahkan ONIC harus puas berbagi hasil melawan NAVI dengan skor 1-2. Geek Fam melanjutkan tren positif mereka dengan mengalahkan RRQ Hoshi 2-1. Sementara itu, Dewa United Esports menutup pekan dengan manis setelah mengalahkan Alter Ego 2-0 .

Klasemen Sementara dan Pergeseran Posisi

Hasil-hasil di week 3 memberikan dampak signifikan terhadap susunan klasemen MPL ID S17. Meskipun ONIC dan Team Liquid ID sama-sama menelan kekalahan perdana, keduanya masih bertahan di papan atas berkat raihan positif di pekan-pekan sebelumnya. Namun, jarak mereka dengan tim di bawah mulai merapat.

ONIC masih kokoh di peringkat pertama dengan koleksi 4 poin dari 5 pertandingan (4-1). Mereka memiliki net game win +6 dengan rincian 9 kemenangan game dan 3 kekalahan game.

Di dasar klasemen, tanpa perolehan poin sama sekali, RRQ Hoshi masih terpuruk di peringkat kesembilan. Dari 5 pertandingan yang sudah dilakoni, RRQ Hoshi belum sekalipun merasakan kemenangan dengan rekor 0-5. Mereka hanya mampu mengamankan 2 kemenangan game dari total 12 game yang dimainkan, dengan net game win -8 yang memprihatinkan .

Analisis Mendalam: Fenomena Puncak yang Mulai Terkikis

Kekalahan Perdana ONIC dan Team Liquid ID

Kejutan paling besar di week 3 adalah jatuhnya dua tim yang memuncaki klasemen. ONIC yang tampil menguasai dengan rotasi cepat serta penguasaan objective yang baik, harus menerima kekalahan dari Bigetron by Vitality. Yang menarik, ONIC sebenarnya sempat unggul lebih dulu di game pertama melalui kemenangan yang dipaksakan hingga melebihi 22 menit. Akan tetapi, kegagalan mereka menjaga konsistensi di dua game selanjutnya menjadi bukti bahwa tim sekelas ONIC pun tetap memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan lawan.

Di sisi lain, kekalahan Team Liquid ID dari Geek Fam dengan skor 0-2 yang telak menjadi peringatan serius bagi tim yang musim ini diperkuat oleh pemain seperti Aran, Kevinn, dan Lyoni. Kekalahan telak tanpa mampu meraih satu game pun menunjukkan bahwa strategi Geek Fam mampu membaca sekaligus menetralisir pola permainan Team Liquid ID dengan sangat baik. Hal ini menjadi pelajaran berharga bahwa kompetisi di MPL ID tidak pernah berjalan lurus, dan tim yang berada di posisi bawah pun memiliki kapasitas untuk mengalahkan tim raksasa.

 

Krisis Menyeluruh RRQ Hoshi: 4 Pembahasan Penyebab Kehancuran

Yang menjadi pusat perhatian utama di week 3 bukanlah kejutan di papan atas klasemen, melainkan krisis parah yang dialami RRQ Hoshi. Tim yang dijuluki "Raja" di kancah MLBB Indonesia ini tengah mengalami periode tergelap dalam sejarah kompetisi mereka. Catatan 0-5 di awal musim adalah statistik yang bahkan tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh para pendukung setianya. Berdasarkan kajian mendalam dari beragam sumber, setidaknya terdapat empat faktor utama yang menyebabkan RRQ Hoshi masih belum mampu meraih kemenangan satu series pun hingga pekan ketiga.

Faktor Pertama: Buruknya Komunikasi dan Kekeliruan Krusial dalam Permainan

Faktor paling teknis yang menjadi akar keruntuhan RRQ adalah permasalahan komunikasi dan eksekusi dalam gameplay. Cukup mengejutkan, RRQ sebenarnya cukup tangguh di fase early game. Mereka sering kali mampu menciptakan keunggulan di tahap awal pertandingan. Akan tetapi, masalahnya terletak pada ketidakmampuan mereka mempertahankan keunggulan tersebut hingga fase late game. Keunggulan yang telah dibangun dengan susah payah di early dan mid game selalu lenyap akibat kesalahan-kesalahan individu serta buruknya komunikasi tim.

Contoh paling nyata terjadi dalam pertandingan RRQ melawan Alter Ego. Inisiasi yang dilakukan oleh Idok, salah satu pemain inti RRQ, sering kali tidak mendapatkan tindak lanjut yang cukup dari rekan-rekannya. Akibatnya, Idok mati sia-sia dan momentum yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk push atau mengambil objective menjadi hilang. Pemain RRQ terlihat bermain tanpa koordinasi, seolah-olah mereka adalah lima individu yang bermain sendiri-sendiri ketimbang satu kesatuan tim yang kompak.

Selain itu, RRQ juga dinilai bermain terlalu agresif pada momen-momen yang kurang tepat. Mereka seperti terbawa suasana dan terus-menerus meladeni atau bahkan memulai team fight dalam situasi yang tidak menguntungkan. Alih-alih bermain sabar menunggu saat yang tepat atau memanfaatkan split push, RRQ justru kerap memaksakan pertempuran yang berakhir dengan kekalahan besar. Ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan tim masih kacau dan tidak ada komando yang jelas dari in-game leader mereka.

Faktor Kedua: Mental di Bawah Tekanan yang Gagal Direset

Faktor non-teknis yang tak kalah pentingnya adalah permasalahan mental. RRQ Hoshi adalah tim dengan basis pendukung terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di Asia Tenggara. Ekspektasi publik terhadap mereka sangatlah tinggi. Ditambah lagi, kegagalan mereka lolos ke playoff pada musim lalu masih membekas dan seolah menjadi beban psikologis yang berat bagi para pemain.

Tim lain di MPL ID juga semakin berani melakukan ejekan atau sindiran kepada RRQ dalam sesi-sesi wawancara di MPL Arena, yang secara tidak langsung menambah tekanan mental yang harus ditanggung. Pemain RRQ terlihat bermain dengan penuh keraguan dan ketakutan akan kesalahan. Dalam pertandingan level tinggi seperti MPL, keraguan adalah musuh terbesar karena sepersekian detik keraguan bisa berakibat fatal. Pemain RRQ seolah belum bisa melakukan "reset mental" pasca kekalahan, tidak hanya di musim ini tetapi sejak musim lalu. Mereka terjebak dalam lingkaran setan di mana kekalahan demi kekalahan terus berulang karena mental yang sudah terlebih dahulu hancur.

Faktor Ketiga: Strategi dan Draft yang Dipertanyakan

Dari sisi taktis, susunan strategi dan pemilihan hero RRQ juga menjadi sorotan tajam. Banyak analis dan pengamat esports, termasuk mantan head coach EVOS, Steven Age, yang menyatakan bahwa RRQ terlambat beradaptasi dengan meta terbaru. Sementara tim-tim lain mulai menemukan formula hero dan strategi yang efektif, RRQ justru terlihat kebingungan dan seperti kehilangan identitas permainan mereka.

Pemilihan hero RRQ sering kali terkesan seperti coba-coba dan tidak maksimal. Contoh paling mencolok terjadi dalam laga penentuan melawan Geek Fam di game ketiga. Komposisi draft RRQ saat itu sangat kurang damage, sehingga ketika pertandingan memasuki late game, mereka sama sekali tidak memiliki daya serang yang cukup untuk menembus pertahanan lawan. Lebih parah lagi, pemilihan battle spell Revitalize untuk hero Harith yang dimainkan oleh Kuroky dinilai sebagai kesalahan besar karena spell tersebut tidak memberikan dampak signifikan sepanjang pertandingan.

Coach Khezcute juga dinilai kurang proaktif dalam mencari counter terhadap hero-hero meta terbaru. RRQ seperti bermain dengan strategi usang yang sudah mudah dibaca oleh tim lawan. Akibatnya, tim lain terus mengalami peningkatan performa seiring pemahaman mereka terhadap meta, sementara RRQ justru semakin tenggelam karena ketidakmampuan beradaptasi.

Faktor Keempat: Regenerasi Total Tanpa Pemain yang Menonjol

Musim ini, RRQ melakukan perombakan roster secara besar-besaran. Mereka mendatangkan SuperKenn, jungler veteran dari Bigetron by Vitality yang sebelumnya sempat bermain di China, pemain asal Filipina SuperDann, serta beberapa pemain rookie yang sebenarnya memiliki rekam jejak menjanjikan. Namun, hingga week 3, belum ada satu pun pemain baru RRQ yang memberikan performa ikonik atau menjadi pengubah jalannya pertandingan bagi tim.

Situasi ini kontras dengan tim-tim lain di MPL ID. Pemain-pemain baru seperti Lyoni (Team Liquid ID), Drichel (Geek Fam), MarceL, dan Dolynn memberikan dampak instan dan signifikan bagi tim mereka. Pertanyaan pun muncul: Apakah SuperDann masih mengalami kendala komunikasi karena perbedaan bahasa? Apakah para pemain rookie ini belum bisa bersatu sebagai sebuah tim? Apakah chemistry yang terbangun masih terlalu rapuh? Apapun jawabannya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa RRQ saat ini tidak memiliki pemain yang bisa diandalkan untuk membawa mereka keluar dari tekanan.

Kesimpulan: Pekan Krusial dan Jalan Panjang yang Masih Tersisa

MPL ID S17 week 3 telah menyajikan drama kompetisi esports yang paling menarik sekaligus mengharukan. Di satu sisi, kejutan-kejutan seperti kekalahan ONIC dan Team Liquid ID membuktikan bahwa kompetisi ini berlangsung sehat dengan tingkat persaingan yang semakin ketat. Bigetron by Vitality dan Geek Fam mulai menunjukkan taring mereka sebagai kuda hitam yang layak diperhitungkan.

Di sisi lain, krisis yang dialami RRQ Hoshi menjadi cerita yang memilukan. Lima kekalahan beruntun tanpa satu pun kemenangan series adalah rekor terburuk dalam sejarah partisipasi mereka di MPL ID. Kombinasi antara miskomunikasi, mental yang rapuh, strategi yang ketinggalan zaman, serta absennya pemain yang benar-benar menonjol menjadi racun sempurna yang menghancurkan tim "Raja" tersebut.

Namun, kompetisi masih panjang. MPL ID S17 masih menyisakan banyak pekan ke depan. ONIC dan Team Liquid ID memiliki kesempatan untuk bangkit dan mengamankan posisi puncak mereka. Geek Fam dan Bigetron akan berusaha mempertahankan momentum positif. Dan untuk RRQ Hoshi, setiap pertandingan ke depan adalah final. Mereka harus segera menemukan jalan keluar dari krisis multidimensional ini. Apakah mereka akan terus tenggelam atau justru bangkit sebagai "Raja" yang sesungguhnya? Pekan keempat akan menjadi awal dari jawaban atas pertanyaan tersebut. Yang pasti, MPL ID S17 musim ini menjanjikan drama yang belum usai.


Baca Juga :

·         10 Game Mobile Terbaik 2026 Rekomendasi Update April: Dari MOBA hingga Puzzle

·         Honkai: Star Rail Versi 4.2 Resmi Rilis 22 April: Anniversary ke-3, Karakter Baru, hingga Kolaborasi dengan MAPPA

·         Cara Top Up Game Murah dan Mudah di Yokkstore (QRIS, E-Wallet, Bank, Retail & Virtual Account)


Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Yokkstore ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk   Mobile Legend dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Yokkstore.

 


Bagikan:
Kembali ke Blog