Hero counter Phoveus MLBB yang efektif tidak cukup hanya punya damage besar. Phoveus current punya shield, pemulihan HP dari ultimate, crowd control, serta passive yang mempercepat cooldown ketika lawan terlalu sering menggunakan dash atau blink di dekatnya.

Itulah alasan beberapa counter Phoveus versi lama sudah tidak sepenuhnya relevan. Hero dengan banyak dash memang bisa menghindari serangan, tetapi penggunaan mobility secara berlebihan justru membantu Astaros’ Gaze mempercepat skill Phoveus.
Di sisi lain, mekanik ultimate Phoveus juga sudah berubah. Ia tidak bisa langsung melompat hanya karena melihat lawan dash. Target terlebih dahulu harus mendapatkan Sinner’s Mark dari beberapa bagian skill kit-nya.
Kalau ingin menghentikan Phoveus di EXP Lane maupun team fight, hero seperti Minsitthar, Valir, Baxia, Esmeralda, X.Borg, Cici, dan Dyrroth punya cara berbeda untuk membatasi pergerakan, regen, shield, sampai durability-nya.
Bagaimana Mekanik Phoveus Sekarang?
Sebelum menentukan counter, penting memahami bahwa Phoveus current sudah berbeda jauh dari versi awalnya.
Ia bukan lagi hero yang ultimate-nya otomatis tersedia setiap kali lawan melakukan dash.
Passive: Demonic Force
Basic Attack tertentu milik Phoveus akan diperkuat menjadi Demonic Force.
Serangan tersebut membuat Phoveus menerjang target, memberikan Magic Damage tambahan berdasarkan Max HP lawan, melakukan knockback, dan memberi shield berdasarkan Max HP Phoveus sendiri.
Passive tersebut punya cooldown.
Astaros’ Gaze
Ini bagian yang membuat hero dengan banyak mobilitas harus tetap berhati-hati.
Ketika hero lawan melakukan:
- blink;
- dash;
- atau terkena displacement;
di sekitar Phoveus, cooldown Demonic Force berkurang 20% dan cooldown skill lainnya berkurang 0,5 detik.
Jadi, dash tidak langsung memicu ultimate, tetapi tetap membantu Phoveus mendapatkan skill lebih cepat.
Skill 1: Demonic Impact
Phoveus menghantam area dan memberikan Physical Damage serta slow.
Setelah mengenai lawan, penggunaan Demonic Impact berikutnya dapat meninggalkan Astaros Eye.
Astaros Eye kemudian meledak setelah delay dan memberikan Magic Damage.
Skill 2: Dark Wave
Dark Wave memberikan Magic Damage, airborne, dan menarik lawan mengikuti arah serangan.
Skill ini menjadi salah satu alat Phoveus untuk mengganggu positioning sekaligus memberikan Sinner’s Mark.
Ultimate: Infernal Pursuit
Demonic Force, Astaros Eye, dan Dark Wave bisa memberikan Sinner’s Mark.
Setelah target memiliki mark, Phoveus bisa menggunakan Infernal Pursuit untuk melompat menuju hero tersebut.
Ultimate memberikan Physical Damage berdasarkan Total Physical Attack serta persentase Max HP target.
Phoveus juga memulihkan HP yang sudah hilang setelah mendarat.
Artinya, cara melawan Phoveus sekarang bukan sekadar “jangan dash”, tetapi juga menghindari skill yang memberikan Sinner’s Mark dan memotong sustain-nya.
Kenapa Phoveus Sulit Dibunuh?
Phoveus mempunyai beberapa lapisan durability sekaligus.
- Demonic Force memberinya shield.
- Infernal Pursuit memulihkan Lost HP.
- Ia punya damage berdasarkan Max HP target.
- Dark Wave memberi crowd control.
- Dash atau displacement lawan membantu mempercepat cooldown skill-nya.
Damage Phoveus current juga tidak sepenuhnya Magic.
Demonic Impact dan Infernal Pursuit mempunyai Physical Damage, sementara Demonic Force, Astaros Eye, dan Dark Wave mempunyai komponen Magic Damage.
Karena itu, membeli satu jenis defense saja belum tentu langsung menyelesaikan masalah.
1. Minsitthar
Minsitthar menjadi salah satu pilihan paling natural ketika ingin membatasi mobilitas Phoveus.
King’s Calling menciptakan area yang membuat hero lawan tidak bisa menggunakan movement skill.
Ini langsung mengganggu salah satu sumber pressure terbesar Phoveus.
King’s Calling Membatasi Infernal Pursuit
Kalau Phoveus berada di dalam area ultimate Minsitthar, movement skill-nya dibatasi.
Kondisi ini memberi tim waktu untuk memberikan burst, anti-heal, atau crowd control lanjutan.
Minsitthar juga tidak harus menggunakan dash berkali-kali untuk melawannya.
Ini penting karena ia tidak terus-menerus memberi trigger Astaros’ Gaze secara gratis.
Spear of Glory Bisa Mengubah Posisi Phoveus
Skill 1 dapat menarik hero lawan ke arah Minsitthar.
Gunakan untuk menjauhkan Phoveus dari backline atau menariknya masuk ke area King’s Calling.
Shield Assault Membantu Duel
Skill 2 memberi Damage Reduction dari arah depan.
Kalau harus bertahan di garis depan menghadapi Phoveus, efek ini membantu Minsitthar menyerap damage lebih lama.
Efektivitas: Sangat tinggi.
2. Valir
Valir cocok untuk melawan Phoveus dari jarak aman.
Ia tidak perlu menggunakan dash terus-menerus dan punya banyak alat untuk menjaga Phoveus tetap jauh dari backline.
Searing Torrent untuk Knockback
Skill 2 Valir mendorong lawan menjauh.
Kalau Phoveus berhasil mendekat setelah menggunakan ultimate atau Demonic Force, Searing Torrent bisa digunakan untuk mengubah posisinya.
Namun, perlu diingat bahwa displacement di dekat Phoveus ikut berinteraksi dengan Astaros’ Gaze.
Karena itu, gunakan knockback untuk keselamatan atau zoning, bukan spam tanpa tujuan.
Burst Fireball Memberikan Slow dan Stun
Skill 1 Valir bisa terus memberikan poke dari jarak jauh.
Ablaze juga menghasilkan stun setelah stack terpenuhi.
Phoveus tidak mempunyai dash bebas seperti Assassin sehingga zoning Valir cukup merepotkan baginya.
Vengeance Flame Membantu Keluar dari CC
Ultimate Valir menghapus debuff yang sedang mengenainya dan memberikan tambahan Movement Speed.
Ini membantu ketika Valir terkena Dark Wave atau harus segera menjaga jarak setelah Phoveus masuk.
Efektivitas: Sangat tinggi.
3. Baxia

Baxia menjadi counter yang sangat berguna karena Phoveus bergantung pada shield dan pemulihan HP untuk bertahan lama.
Passive Baxia Mark langsung menyerang dua sumber durability tersebut.
Baxia Mark Mengurangi Shield dan Regen
Hero lawan yang terkena skill Baxia mengalami pengurangan efek HP Regen dan shield sebesar 40% selama beberapa detik.
Efek ini sangat mengganggu:
- shield dari Demonic Force;
- pemulihan HP Infernal Pursuit;
- Spell Vamp atau sustain tambahan dari build Phoveus.
Baxia Juga Tahan Damage Berulang
Passive-nya mengurangi final damage yang diterima berdasarkan level.
Ini membuat Baxia lebih nyaman berdiri di depan Phoveus dibanding hero tipis.
Baxia Tidak Perlu Mengalahkan Phoveus Sendiri
Tugas utamanya adalah memastikan shield dan heal Phoveus tidak bekerja maksimal.
Setelah itu, Marksman atau Mage tim bisa menyelesaikan damage dari posisi aman.
Efektivitas: Sangat tinggi.
4. Esmeralda

Esmeralda tetap menjadi matchup menarik karena Phoveus mempunyai mekanik shield.
Frostmoon Shield memungkinkan Esmeralda mengubah shield hero lawan di sekitarnya menjadi shield miliknya sendiri.
Shield Phoveus Bisa Menjadi Resource Esmeralda
Demonic Force memberikan shield kepada Phoveus.
Ketika Esmeralda berada dekat, Frostmoon Shield secara bertahap menyerap shield lawan menjadi shield miliknya.
Ini mengurangi salah satu keunggulan durability Phoveus sekaligus memperkuat sustain Esmeralda.
Damage Esmeralda Mengabaikan Shield
Passive Starmoon Casket membuat damage Esmeralda mengabaikan shield.
Jadi, shield tebal tidak otomatis membuat Phoveus aman dari pressure Esmeralda.
Jangan Spam Ultimate Tanpa Perhitungan
Falling Starmoon mempunyai blink.
Kalau digunakan dekat Phoveus, efek tersebut bisa membantu Astaros’ Gaze mengurangi cooldown skill-nya.
Gunakan ultimate untuk engage yang benar-benar menghasilkan advantage, bukan sekadar menambah mobility.
Efektivitas: Tinggi.
5. X.Borg
X.Borg punya kelebihan karena bisa terus memberikan pressure tanpa harus menempel dalam jarak sangat dekat.
Firaga Armor juga memberinya lapisan HP tambahan ketika menghadapi damage campuran Phoveus.
True Damage Mengurangi Masalah Durability
Ketika target masuk Overheated state, skill X.Borg memberikan True Damage.
Ini berguna menghadapi Fighter yang mulai menumpuk defense.
Fire Missiles Bisa Digunakan sambil Menjaga Jarak
X.Borg bisa mengikis Phoveus tanpa harus terus masuk-keluar menggunakan dash.
Pola poke seperti ini mengurangi kesempatan Phoveus mendapatkan trigger Astaros’ Gaze.
Firaga Armor Memberi Kesempatan Kedua
Ketika armor hancur, X.Borg masuk Armorless State dan sempat mendapatkan window invincibility ketika berguling.
Ini membantu bertahan dari burst atau ultimate Phoveus.
Hati-hati Menggunakan Last Insanity
Ultimate X.Borg melibatkan charge ke arah target.
Jangan menggunakannya sembarangan saat Phoveus punya semua skill siap karena movement tersebut bisa membantu pengurangan cooldown Astaros’ Gaze.
Efektivitas: Tinggi.
6. Cici
Cici efektif menghadapi hero dengan HP tinggi karena Yo-Yo Blitz mempunyai damage berdasarkan Max HP target.
Ia juga bisa bergerak selama skill tersebut aktif.
Yo-Yo Blitz Mengikis HP Phoveus
Skill 1 menyerang berkali-kali selama beberapa detik.
Setiap hit mempunyai komponen damage berdasarkan Max HP target.
Ini membuat Cici tetap mampu memberikan pressure meski Phoveus membeli item durability.
Cici Bisa Menyerang sambil Bergerak
Mobilitas saat Yo-Yo Blitz aktif bukan dash.
Cici bisa melakukan kite dengan movement biasa sehingga tidak selalu harus memberi trigger Astaros’ Gaze.
Jangan Spam Buoyant Bounce Dekat Phoveus
Skill 2 Cici merupakan leap.
Kalau digunakan berulang kali di dekat Phoveus, kamu membantu mempercepat cooldown skill-nya.
Gunakan Buoyant Bounce untuk menghindari skill penting atau benar-benar keluar dari posisi buruk.
Efektivitas: Tinggi jika Skill 2 digunakan disiplin.
7. Dyrroth

Dyrroth menjadi pilihan agresif kalau ingin langsung memecahkan durability Phoveus.
Kekuatan utamanya datang dari Spectre Step yang mengurangi Physical Defense target sampai 60% ketika menggunakan versi Abyss Enhanced.
Spectre Step Membuka Defense Phoveus
Fatal Strike mengurangi Physical Defense selama empat detik.
Setelah defense turun, Dyrroth bisa melanjutkannya menggunakan Burst Strike dan Abysm Strike.
Abysm Strike Cocok untuk Finisher
Ultimate Dyrroth mendapatkan damage tambahan berdasarkan Lost HP target.
Kalau Phoveus sudah kehilangan banyak HP, skill tersebut menjadi ancaman besar.
Dyrroth Tetap Harus Berhati-hati
Spectre Step merupakan dash.
Artinya, Dyrroth tetap bisa memicu Astaros’ Gaze ketika digunakan dekat Phoveus.
Jangan bermain dengan pola dash masuk-keluar tanpa menyelesaikan duel.
Dyrroth lebih efektif ketika satu engage benar-benar digunakan untuk menurunkan defense lalu melakukan burst.
Efektivitas: Situasional-Tinggi.
Ringkasan Hero Counter Phoveus
| Hero | Alasan Efektif | Efektivitas |
|---|---|---|
| Minsitthar | Membatasi movement skill melalui King’s Calling | Sangat Tinggi |
| Valir | Range, slow, stun, knockback, dan cleanse | Sangat Tinggi |
| Baxia | Mengurangi shield dan HP Regen | Sangat Tinggi |
| Esmeralda | Menyerap shield dan damage mengabaikan shield | Tinggi |
| X.Borg | True Damage, poke, dan Firaga Armor | Tinggi |
| Cici | Damage Max HP dan bisa menyerang sambil bergerak | Tinggi |
| Dyrroth | Defense Reduction dan burst tinggi | Situasional-Tinggi |
Apakah Yin Counter Phoveus?

Yin masih bisa mengisolasi Phoveus menggunakan My Turn.
Namun, alasan lama bahwa Yin “menghentikan reset ultimate Phoveus” sudah tidak sesuai mekanik current.
Infernal Pursuit sekarang menggunakan Sinner’s Mark, bukan sistem lama yang langsung aktif dari dash lawan.
Selain itu, Yin tetap menggunakan movement skill ketika bertarung sebagai Lieh.
Dalam domain, Phoveus juga masih bisa melawan Yin menggunakan skill miliknya sendiri.
Jadi, Yin lebih tepat dianggap counter situasional, bukan jawaban utama.
Apakah Ruby Counter Phoveus?

Ruby mempunyai sustain dan crowd control yang bagus.
Namun, passive Let’s Dance! membuat Ruby melakukan dash setelah penggunaan skill.
Dash tersebut justru bisa mengaktifkan Astaros’ Gaze dan mempercepat cooldown Phoveus.
Karena itu, matchup ini tidak sesederhana “Ruby tidak punya dash”.
Ruby masih bisa menang melalui CC dan sustain, tetapi mekaniknya juga memberikan keuntungan kepada Phoveus.
Apakah Lapu-Lapu Counter Phoveus?

Lapu-Lapu mempunyai shield, Damage Reduction, burst, dan Control Immunity yang bagus.
Namun, ia juga mempunyai banyak movement seperti passive dash, Jungle Warrior, dan Bravest Fighter.
Semua mobility tersebut membuatnya cukup mudah memberikan trigger Astaros’ Gaze.
Jadi, Lapu-Lapu bukan counter natural Phoveus meski tetap mampu memenangkan duel jika mekanik dan itemnya unggul.
Apakah Gloo Counter Phoveus?

Gloo punya banyak crowd control dan bisa mengganggu posisi Phoveus melalui Slam, Slam serta Spread, Spread.
Namun, matchup tersebut lebih bergantung pada team fight daripada hard counter langsung.
Gloo juga lebih berfungsi sebagai Tank yang mengunci dan menyerap pressure.
Kalau membutuhkan jawaban khusus terhadap shield dan regen Phoveus, Baxia biasanya memberi value yang lebih langsung.
Item untuk Counter Phoveus
Glowing Wand
Untuk Mage, Glowing Wand menjadi pilihan bagus karena Lifebane mengurangi efek Shield dan HP Regen target sebesar 50% setelah terkena damage.
Ini langsung menekan dua sumber sustain Phoveus.
Sea Halberd
Physical Damage hero bisa mempertimbangkan Sea Halberd ketika membutuhkan anti-heal.
Item anti-heal sangat berguna karena Phoveus punya pemulihan HP dari Infernal Pursuit dan biasanya juga mempunyai sustain tambahan dari build.
Jangan Hanya Mengandalkan Magic Defense
Phoveus current mempunyai damage campuran.
Beberapa skill memberikan Magic Damage, tetapi Demonic Impact dan Infernal Pursuit mempunyai Physical Damage.
Jadi, lihat sumber damage terbesar dalam pertandingan sebelum menentukan item defense.
Cara Counter Phoveus di EXP Lane
Hindari Sinner’s Mark
Jangan hanya fokus pada HP.
Perhatikan skill Phoveus yang bisa memberikan Sinner’s Mark karena mark tersebut membuka akses ke Infernal Pursuit.
Jangan Spam Dash
Dash bukan lagi pemicu langsung ultimate, tetapi tetap mempercepat cooldown skill melalui Astaros’ Gaze.
Gunakan mobility ketika benar-benar diperlukan.
Potong Sustain
Anti-heal sangat efektif ketika Phoveus mulai mendapatkan item dan bertahan melalui shield serta HP recovery.
Jangan Duel Panjang Tanpa Tujuan
Semakin lama duel berlangsung, semakin banyak kesempatan Phoveus memutar kembali cooldown Demonic Force dan skill lainnya.
Kalau tidak bisa memenangkan trade, clear wave lalu rotasi.
Paksa Skill 2 Meleset
Dark Wave menjadi salah satu sumber crowd control sekaligus Sinner’s Mark.
Kalau skill tersebut meleset, kamu mempunyai window yang lebih aman untuk melakukan trade.
Cara Counter Phoveus saat Team Fight
Jangan Memberinya Banyak Trigger Mobility
Hero yang mempunyai dash tidak harus berhenti menggunakan skill.
Namun, lima pemain melakukan dash tanpa perhitungan di sekitar Phoveus akan mempercepat skill cycle-nya.
Gunakan Anti-Heal sebelum Burst
Pastikan efek Lifebane atau anti-regen sudah aktif sebelum seluruh tim menghabiskan skill ke Phoveus.
Jangan Bergerombol saat Ia Sudah Punya Mark
Infernal Pursuit memberikan damage area saat mendarat.
Berikan sedikit jarak antar-backline agar satu lompatan tidak mendapatkan value terlalu besar.
CC Setelah Phoveus Mendarat
Ketika Infernal Pursuit sudah digunakan, posisi Phoveus menjadi lebih mudah dibaca.
Simpan stun, knockback, atau area control untuk menghukumnya setelah mendarat.
Jangan Kejar Phoveus Tanpa Damage Cukup
Shield dan healing bisa membuat duel terasa seolah Phoveus hampir mati sebelum HP-nya kembali naik.
Kalau damage tim tidak siap, jangan masuk satu per satu.
Kesalahan saat Melawan Phoveus
Mengira Setiap Dash Langsung Memicu Ultimate
Itu merupakan mekanik Phoveus versi lama.
Current Infernal Pursuit membutuhkan Sinner’s Mark.
Menganggap Dash Tidak Masalah Sama Sekali
Ini juga salah.
Dash tetap mempercepat cooldown melalui Astaros’ Gaze.
Tidak Membeli Anti-Heal
Kalau Phoveus sudah sulit mati akibat shield dan HP recovery, terus membeli damage tanpa Lifebane bisa membuat team fight berlangsung terlalu lama.
Fokus ke Shield Tanpa Memahami Damage Campuran
Phoveus tidak hanya memberikan Magic Damage.
Jangan otomatis membeli satu item Magic Defense lalu menganggap seluruh damage sudah teratasi.
Menggunakan Hero Mobility Tanpa Disiplin
Ruby, Lapu-Lapu, Dyrroth, Cici, dan beberapa hero lain masih bisa melawan Phoveus.
Masalah muncul ketika seluruh mobility digunakan tanpa memperhatikan Astaros’ Gaze.
Cara Paling Efektif Membatasi Phoveus
Minsitthar menjadi pilihan kuat untuk membatasi movement skill, sedangkan Valir bisa menjaga Phoveus tetap jauh menggunakan zoning dan crowd control.
Baxia serta Esmeralda menyerang sisi durability-nya. Baxia mengurangi shield dan regen, sementara Esmeralda bisa menyerap shield lawan sekaligus memberikan damage yang mengabaikan shield.
X.Borg dan Cici cocok untuk mengikis HP tebal, sedangkan Dyrroth bisa menurunkan Physical Defense sebelum melakukan burst.
Yang paling penting, jangan lagi menggunakan pola counter berdasarkan mekanik Phoveus lama. Dash tidak otomatis membuat Infernal Pursuit aktif, tetapi penggunaan mobility berlebihan tetap membantu mempercepat cooldown melalui Astaros’ Gaze.
Kalau ingin melengkapi hero atau skin sebelum push rank, kamu bisa melakukan Top up Mobile Legends murah dan legal sesuai kebutuhan Diamond.
Melalui Yokkstore.id, kamu bisa melakukan Top Up instan tanpa perlu memberikan password akun game.
FAQ
| Siapa counter Phoveus terbaik? | Minsitthar, Valir, dan Baxia menjadi tiga pilihan yang sangat efektif karena bisa membatasi mobility, zoning, serta shield dan regen Phoveus. |
| Apakah Esmeralda counter Phoveus? | Ya. Frostmoon Shield dapat menyerap shield lawan, sedangkan damage Esmeralda mengabaikan shield. Namun, gunakan blink ultimate dengan disiplin karena bisa mempercepat cooldown Phoveus. |
| Apakah dash langsung memicu ultimate Phoveus? | Tidak pada mekanik current. Infernal Pursuit membutuhkan Sinner’s Mark. Dash, blink, dan displacement hanya membantu mengurangi cooldown skill melalui Astaros’ Gaze. |
| Apa fungsi Sinner’s Mark Phoveus? | Sinner’s Mark membuat target bisa dikunci menggunakan Infernal Pursuit. Mark dapat diberikan melalui Demonic Force, Astaros Eye, dan Dark Wave. |
| Apakah Baxia bagus melawan Phoveus? | Sangat bagus. Baxia Mark mengurangi Shield dan HP Regen lawan sebesar 40%, sehingga langsung menekan sustain Phoveus. |
| Apakah Yin counter Phoveus? | Yin bisa mengisolasi Phoveus, tetapi bukan hard counter. Penjelasan lama bahwa domain Yin menghentikan reset ultimate Phoveus sudah tidak sesuai mekanik current. |
| Apa item anti-heal untuk melawan Phoveus? | Mage bisa menggunakan Glowing Wand, sedangkan Physical Damage hero dapat mempertimbangkan Sea Halberd untuk menekan shield dan pemulihan HP. |
| Apakah Phoveus memberikan Magic Damage saja? | Tidak. Kit Phoveus current mempunyai Physical dan Magic Damage sehingga item defense perlu disesuaikan dengan ancaman terbesar dalam pertandingan. |
| Di mana bisa top up Diamond Mobile Legends? | Kamu bisa melakukan top up ML melalui Yokkstore.id dengan proses Top Up instan. |
